Bulan Ramadan adalah momen istimewa bagi umat Muslim, termasuk bagi Bunda yang sedang menyusui. Namun, sering muncul pertanyaan: bolehkah ibu menyusui berpuasa? Apakah aman untuk bayi?
Secara medis, puasa saat menyusui umumnya aman jika Bunda dalam kondisi sehat dan bayi sudah berusia di atas 6 bulan (sudah mendapatkan MPASI). Pada usia ini, bayi tidak lagi bergantung sepenuhnya pada ASI sebagai satu-satunya sumber nutrisi.
Namun, jika bayi masih di bawah 6 bulan dan menjalani ASI eksklusif, sebaiknya Bunda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan berpuasa. Pada masa ASI eksklusif, kebutuhan cairan dan nutrisi bayi sepenuhnya bergantung pada kualitas dan kuantitas ASI ibu.
Panduan Puasa bagi Ibu Menyusui
Agar puasa tetap aman dan nyaman, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Asupan Gizi Seimbang
Pastikan sahur dan berbuka mengandung:
- Karbohidrat kompleks (nasi, roti gandum, oatmeal)
- Protein (telur, ikan, ayam, daging, tahu, tempe)
- Lemak sehat
- Sayur dan buah
Asupan gizi lengkap membantu menjaga energi Bunda dan kualitas ASI tetap optimal.
2. Hidrasi Maksimal
Penuhi kebutuhan cairan minimal 2 liter atau sekitar 8 gelas air putih antara waktu berbuka hingga sahur.
Tips mudah:
- 2 gelas saat berbuka
- 2 gelas setelah makan malam
- 2 gelas sebelum tidur
- 2 gelas saat sahur
Cairan cukup membantu mencegah dehidrasi dan menjaga produksi ASI.
3. Pantau Tanda Dehidrasi
Segera batalkan puasa jika Bunda mengalami:
- Pusing atau sakit kepala berat
- Lemas berlebihan
- Mulut sangat kering
- Produksi ASI menurun drastis
Kesehatan ibu adalah prioritas.
4. Perhatikan Kondisi Bayi
Amati respons bayi selama Bunda berpuasa. Waspadai jika bayi:
- Lebih rewel dari biasanya
- Frekuensi buang air kecil berkurang
- Berat badan tidak naik
- Terlihat lemas
Jika muncul tanda-tanda tersebut, sebaiknya hentikan puasa dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Dispensasi (Rukhsoh) dalam Islam
Dalam ajaran Islam, ibu menyusui termasuk golongan yang mendapatkan keringanan (rukhsoh) untuk tidak berpuasa apabila khawatir akan kesehatan diri atau bayinya. Puasa dapat diganti di lain waktu (qadha) atau dengan fidyah sesuai ketentuan syariat.
Jika masih ragu, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter agar keputusan yang diambil tetap aman dan nyaman bagi Bunda dan Si Kecil.
Karena kesehatan ibu dan bayi adalah prioritas utama💛
RSIA Haji Batu
Jl. KH. Agus Salim No. 35, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur (65314)
Website: www.rsiahajibatu.com
Facebook : RSIA Haji Batu
Instagram : rsiahaji.kotabatu
Layanan Pelanggan (WA): 0822-2524-5847





